Habsi Wahid Antar Calon Jamaah Haji Ke Bandara Tampa Padang

136

Mamuju – Bupati Mamuju H. Habsi Wahid mengantar jemaah calon haji sampai di bandara Tampa Padang, Kec. Kalukku. Jemaah asal Kabupaten Mamuju sebanyak 261 orang berangkat dari bandara Tampa Padang menuju embarkasi Makassar pada hari Senin 6 Agustus 2018 dengan dua kali pemberangkatan yakni pertama pukul 07.00 Wita dan kedua pukul 11.00 Wita.

Habsi Wahid sebagai Bupati Mamuju mengaku sengaja mengantar langsung jemaah calon haji hingga ke bandara untuk memberi semangat, dengan harapan para jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadahnya dengan penuh semangat dan sukacita. Yang paling utama, ia berpesan agar jemaah menjaga kekompakan mereka.

“selamat kepada seluruh calon jemaah haji, semoga mereka dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji sehingga bisa menjadi haji mabrur, saya berharap kekompakan kita utamakan karena jemaah haji sifatnya kolektif di tanah suci, harus mendengarkan arahan pembimbing supaya rangkaian ibadah mereka dapat berjalan baik dan lancar.” Tuturnya.

Berbeda dari pemberangkatan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan bus dari Mamuju menuju embarkasi Makassar, sejak tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Mamuju telah merubah regulasi pemberangkatan yakni dengan menggunakan pesawat udara dan biaya ditanggung oleh pemerintah daerah.

“ini bentuk kepedulian kita supaya jemaah calon haji ini tidak lagi memikirkan transportasi dari mamuju ke Makassar begitupun sebaliknya dari makassar ke mamuju nanti, dua tahun ini kita sudah berangkatkan melalui pesawat bahkan kita sudah buatkan perda nya transportasi jemaah haji itu ditanggung oleh daerah, dengan harapan beban para jemaah bisa berkurang juga mereka tidak lagi merasakan capek berjam-jam naik mobil, sekarang kurang lebih satu jam sudah tiba di Makassar, jadi mereka bisa lebih fokus dalam beribadah.” Papar Habsi Wahid.

Merasakan pelayanan pemerintah tersebut, jemaah calon haji asal Topore, Kec. Papalang, Jariah mengaku sangat puas, karena semua biaya dimenuju embarkasi Makassar tidak lagi dibebankan kepada jemaah, melainkan sudah ditanggung oleh pemerintah.

“Syukur alhamdulillah, kami cukup puas dengan pelayanan pemerintah, kami juga tidak dibebani lagi sekarang sudah ditanggung pemerintah, awalnya oleh Depag kami diminta untuk menyiapkan tiga juta untuk transportasi, tidak lama kabar dari Bupati masuk lagi bahwa ini disubsidi jadi tidak dibebani ke kami, pokoknya kami cukup puas, semoga tahun- tahun akan datang pelayanannya lebih baik lagi, atau paling tidak ini dipertahankan.” Kata Jariah.