Pemilih Membawah HP Kebilik Suara, Bisa Kena Sangsi

100

Mamuju (Maradika News) – Mendekati momentum hari pemungutan suara di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mamuju. Para pemilih selayaknya memahami larangan membawah Telpon Genggam kebilik suara yang berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tentunya, agar Pilkada di Bumi Manakarra berjalan dengan tertib.

Ketua Badan Pengawasa Pemilihan Umum (Bawaslu) Mamuju, Rusdin menjelaskan, salah satu tindakan yang dilarang saat di dalam TPS adalah penggunaan atau membawa telepon genggam dalam bilik suara.

“Larangan bagi pemilih untuk membawa telepon genggam ini tertuang di PKPU 18 2020 Perubahan PKPU 8 2018 di pasal 32 (1) huruf i dan dipertegas di pasal 39,” jelas Rusdin. Kamis (3/12/2020).

Rusdin berharap, kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang ada di TPS selalu mengingatkan dan melarang pemilih membawa telepon genggam atau alat perekam gambar lainnya ke bilik suara.

“Larangan ini pada hakikatnya melarang pemilih untuk mendokumentasikan hak pilihnya (difoto dan) yang tidak dapat melakukan transaksi politik uang,” terangnya.

Kata Rusdin, jajarannya akan melakukan pemantau yang ketat agar pemilih tidak membawa telepon genggam masuk ke bilik saat ingin melakukan pencoblosan.

“Panwas TPS akan senantiasa mengingatkan Ketua KPPS untuk memperhatikan ketentuan itu,” tutupnya.