Peresmian PT. Prima Nusa Global Mendapat “Kado” Dari Pemuda Kambunong

149

Mamuju Tengah – Ditengah peresmian salah satu pabrik baru kelapa sawit PT.Prima Nusa Global ( PNG), yang berada di Dusun Antalili Desa Kambunong Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ). Mendapat kado baru dari ratusan pemuda asal Desa Kambunong Kecamatan Karossa, dengan menggelar aksi damai dan membawa sejumlah tuntutan.

Kabar yang dihimpun. Rabu (8/8) sekitar pukul 09.00wita. Didepan portal perusahaan PT. Prima Nusa Global, massa bergantian menggelar aksi sambil membentangkan spanduk bertuliskan ” Jangan Korbankan Kesehatan Kami dengan Bisnismu”. Tidak hanya itu, massa aksi sempat memblokade jalan menuju pabrik untuk memaksa bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan. Aksi massa itu, sontak tamu perusahaan tidak bisa melintas masuk ke acara peresmian. Bahkan Bupati dan DPRD beserta rombongannya juga tertahan oleh adanya aksi pemuda Kambunong itu.

Jenderal lapangan Saddam dalam orasinya mengatakan, bahwa keberdaan perusahaan yang mengelola tanam buah segar ( Sawit ) di Kambunong itu dipastikan limbah perusahaan akan mengancam kesehatan warga setempat. Olehnya itu kata Saddam meminta, kepada pihak perusahaan untuk memperlihatkan salinan Amdal pembangunan pabrik kelapa sawit oleh PT Prima Nusa Global Lestari. Meminta kepada PT PNG agar membuat surat perjanjian bersedia bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan apabila terjadi pencemaran yang disebabkan oleh PT PNG. Mendesak pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah untuk turun tangan menyelesaikan persoalan masyarakat dengan PT PNG. Mendesak DPRD Kabupaten Mamuju Tengah turun tangan menyelesaikan persoalan masyarakat dengan PT PNG. Meminta Kapolda Sulbar untuk mencopot dan memecat anggota kepolisian yang menjadi beeking perusahaan.

” Kami dari aliansi pemuda dan masyarakat menuntut dari pihak perusahaan untuk bertanggung jawab atas kegiatan yg dikerjakan dimana pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh pabrik perusahaan sangat mengganggu masyarakat terutama para petani tambak yang ada di Desa Kambunong,” teriak Saddam.

Masih dia, massa juga mengancam tidak akan membukakan akses jalan apabila tdk ada kesepakatan dari pihak perusahaan dan masyarakat yang disaksikan oleh pemerintah daerah.

“Apapun alasannya kami sebagai pemerhati lingkungan akan tetap berdiri disini apapun yang akan terjadi, apabila belum ada kepastian dari pihak perusahaan. Pihak perusahaan menggunakan tokoh masyarakat dan pemuda untuk melakukan kegiatannya dan pihak kepolisian sebagai beeking tanpa disadari kalau kegiatan tersebut merugikan masyarakat,” urainya.

Ditempat kejadian, Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni langsung merepotkan dengan mendatangi massa aksi. Dihadapan masa aksi, Aras mengatakan, sebagai Pemda Mateng akan menampung aspirasi para massa aksi terkait sejumah tuntan agar tidak merugikan masyarakat.

” kami selaku pemerintah daerah akan menampung segala hal hal yang telah disampikan oleh saudara saya dan akan menindak lanjuti bagaimana agar perusahaan betul bekerja secara profesional dan tidak merugikan masyarakat,” pesan Aras didepan massa aksi.

Sedikit Aras memberikan pemahaman, mengatakan pabrik didirikan tidak lain hanya untuk menambah dan membuka lapangan kerja kepada masyarakat Mateng khususnya masyarakat Desa Kambunong.

” apapun yang saudara sampaikan akan kami tampung dan saya mohon ijin agar jalan ini di buka dan ijin kan saya untuk meresmikan pabrik ini,” pinta orang nomor satu di Mateng itu.

Dengan adanya aksi tersebut acara peresmian pabrik PT PNG tertunda dua jam. Bahkan massa aksi sempat terjadi ketegangan pengunjuk rasa dan karyawan pabrik dikarenakan rombongan ketua DPRD di larang untuk masuk di areal pabrik. Namun dapat diredam oleh pihak Polri bersama dengan TNI yang melaksanakan pengamanan. Hingga pukul 10.30 wita pengunjuk rasa membubarkan diri dengan aman dan tertib.