Rakornas KPU RI, Di Awali Dengan Rapat Konsolidasi

136

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) se Indonesia di Mercure Convention Centre Ancol (MCCA). Rakornas yang diawali dengan Rapat Konsolidasi per Devisi pada tanggal 16 November 2018. Rakornas ini memberi pembekalan kepada Komisioner dan Sekretaris dalam menghadapi persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang akan datang (17/04/19), Rakornas tersebut dihadiri oleh sekira 3500 orang delegasi dari 514 KPU kabupaten/kota di 34 Provinsi

Rakornas ini bertujuan untuk memberi pembekalan kepada komisioner dan sekretaris dalam menghadapi persiapan Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang

Ketua KPU RI Arief Budiman, dalam sambutanya mengatakan, anggota KPU kabupaten/kota harus memiliki tanggungjawab lebih untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan lancar.

“Anggaran siap. Jadi, tidak ada alasan lagi KPU kabupaten/kota tidak siap menyelanggarakan Pemilu 2019 karena alasan anggaran,” ungkap Arief.

Tidak hanya itu, Arief Budiman juga menuturkan, Anggota KPU di setiap kabupaten/kota, harus mempersiapkan penyelenggara di tingkat PPK, PPS, dan KPPS. Kesemuanya harus bisa menjadi pelopor untuk menopang dan bekerja sepenuh waktu pada Pemilu Serentak 2019.

Dalam sambutan Ketua KPU RI Arief Budiman mengungkapkan jika kebutuhan logistik tiap KPU kabupaten/kota dalam status aman. “Logistik masing-masing kabupaten/kota sudah 70 persen distribusi. 24 persen lainnya sudah diproduksi dan sementara distribusi. Lebihnya yang 6 persen yakni hologram dan surat suara akan didistribusikan pada Januari-Februari 2019.

Beliho juga mengatakan masih banyak persoalan pemutakhiran data pemilih. Sejauh ini KPU mendapat waktu 30 hari ke depan hingga penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahyo Kuumolo dalam sambutannya, mengapresiasi kerja KPU sejauh ini. Mendagri menganggap KPU telah sukses melaksanakan Pilkada serentak pada 2018 lalu. “Kerja keras anggota KPU RI hingga tingkat PPS menjadi tolak ukur kerja kesuksesan Pemilu 2019 nantinya. Riak dan masalah akibat pilkada maupun pemilu sekiranya dapat dideteksi sedini mungkin agar tidak ada lagi terjadi pembakaran kantor seperti yang terjadi di Papua karena menolak hasil putusan MK,” tegasnya.

Tjahyo Komulo percaya sepenuhnya terhadap KPU yang mengedepankan integritas serta bebas dari intervensi pihak manapun. Dan yang terpenting menurut Tjahyo, ialah harapan adanya peningkatan partisipasi masyarakat pada pemilu serentak 2019 dibanding dengan pilkada tahun 2018.

Di Akhir sambutannya, Menteri Dalam Negeri menegaskan ke awak media yang hadir, jika tidak ada satupun PKPU dibuat oleh KPU yang menyimpang.

Ahmad Amran Nur Mengatakan Rakornas ini juga dihadiri Kelima Komisoner KPU Mamuju dan Sekretaris KPU Mamuju, salah satu hasil utama dari Rakornas itu adalah Komitmen KPU untuk menyukseskan Pemilu 2019.

“Intinya adalah, KPU siap menyelenggarakan Pemilu 2019, tidak ada alasan untuk tidak bekerja maksimal”, Ujar Amran. (RT)