DPRD Sulbar Terima Massa Aliansi Mahasiswa SulBar

14

Maradika News – Aliansi Mahasiswa Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Aksi damai di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi barat terkait Infrastruktur Jalan Kecamatan Ulumanda kabupaten Majene yang menelang anggaran 9 Milyar Rabu, 10 April 2109.

Sekitar ratusan Massa Aksi Menyeruduk Kekantor DPRD setelah bertolak dari Kantor Gubernur untuk menyampaikan Aspirasi masyarakat terkait infstruktur pembangunan jalan yang ada di kecamatan Ulumanda kabupaten Majene yang diduga pekerjaannya Asal asalan sehingga salah seorang Ibu dan Anaknya yang masih Balita meninggal dunia Terjatuh dari kendaraannya akibat akses jalan yang sangat buruk .

“Ahyar dalam orasinya menganggap Pak Gubernur sulbar ali baal masdar otoriter

“Pihak DPRD menerima Massa Aksi diruang rapat lantai dua dan diterima langsung oleh Sukri Umar dari dapil Mamuju partai demokrat yang seharusnya Anggota DPRD dari majene ikut dalam penerimaan Aspirasi Masyarakaatnya.

Salah satu Perwakilan Aliansi Mahasiswa sulbar “Ahyar sedikit mengkritisi dan menganggap bahwa kurang tepat sasaran, karena berharap ada Anggota DPRD dari Majene yang seharusnya duduk bersama Dengan Sukri Umar dari dapil mamuju untuk mendengarkan langsung Aspirasi masyarakat Ulumanda Majene.

Secara pribadi Saya dari mamuju menganggap ada kelalaian atas mangkirnya Anggota DPRD provinsi sulbar khusunya dari dapil kabupaten Majene,saya pun menganggap mereka mandul dalam proses pengawasan .” Tegas mantan orang nomor satu di IPAMPUS ini.

Lanjut ia katan Anggaran 9 Milyar sudah sedikit dan tidak epektif kemudian proses pengerjaannya kurang pengawasan dari pihak DPRD sulbar. ” Ungkapnya.

Ditempat yang sama pihak dari DPRD “Sukri Umar” mengatakan kami hanya bisa memastikan bahwa jalan Ulumanda itu memang menjadi kewenangan Provinsi dan memang 2018 itu sudah di anggarkan hanya masalahnya setelah di pihak eksekutif barang itu putus kontrak dan sesuai konfirmasi yang kami dapatkan adalah bahwa kontraktornya Abal-abal kemudian uang yang sudah dikasikan itu bahasa masyaraknya itu mati didalam . ” Ucap Sukri.