Polresta Mamuju Selidiki Kecelakaan yang Tewaskan 2 Orang Tim Kampanye

133

Mamuju (Maradika News) – Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Mamuju, Sulawesi Barat, melakukan penyelidikan dan olah TKP terkait kecelakaan yang menimpa tim kampanye pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Pilkada Mamuju, Habsi Wahid-Irwan SP Pababari.

Sebelumnya, satu mobil rombongan tim kampanye pasangan petahana Habsi-Irwan terjun ke jurang sedalam 100 meter di Desa Karama pada Jumat malam (27/11) yang mengakibatkan dua orang tewas dan tujuh lainnya mengalami luka serius.

Penyelidikan dan olah TKP selama dua hari itu dipimpin langsung Kasubnit 2 Lakalantas Polresta Mamuju Bripka Muhammad Arif bersama dua orang timnya dan dibantu personel Polsek Kalumpang.

Lokasi kecelakaan itu sendiri diketahui merupakan jalur ekstrem dengan medan yang berat, sementara barang bukti berupa mobil Toyota FJ 40 (sebelumnya tertulis Suzuki Katana) yang dikemudikan oleh Sufebiharji alias Dandi (48) terjun ke jurang dan terendam di Sungai Saloko.
“Adapun kronologinya yaitu mobil yang dikemudikan Dandi bersama delapan orang rekannya bergerak dari Desa Karama ke Desa Polio untuk melakukan kampanye terbatas bersama calon bupati Habsi Wahid dan wakilnya Irwan SP Pababari.

Namun dalam perjalanan, tepatnya di Dusun Linbo Bosi, Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, ban belakang mobil tersebut menabrak batu yang berada di tebing sebelah kanan,” jelas Kasat Lantas Polresta Mamuju, AKP Kemas Aidil Fitri, dalam keterangannya, Selasa (1/12).

Akibatnya, lanjut Kemas, mobil tersebut kehilangan kendali dan ban sebelah kiri terperosok masuk ke jurang. Pengemudi sempat menancap gas agar mobil bisa kembali naik, namun terbalik dan jatuh ke jurang sedalam 100 meter.

sedangkan Kamiruddin Al Islam alias Memet meninggal dalam perawatan medis di Puskesmas Kalumpang. Sementara tujuh orang lainnya mengalami luka serius dan patah tulang dan saat ini dalam perawatan medis di rumah sakit di Mamuju.
“Dari hasil penyelidikan, diduga penyebab kecelakaan akibat kelebihan muatan, kondisi hujan dan berkabut, kurangnya alat penerangan, jalanan licin, berlumpur, dan sempit yang lebarnya 2,1 meter, sedangkan lebar mobil yang terperosok 1,7 meter,” terang Kemas.

Menurutnya, hasil olah TKP itu juga diperkuat dari keterangan tambahan dua saksi mata yang melihat langsung kejadian, yaitu AZ (40) dan perempuan IS (40). Kemas mengungkapkan, pihaknya juga akan meminta keterangan saksi lain, termasuk sopir.

“Sebagian saksi sudah kami mintai keterangan, yang lainnya pasti kami akan mintai keterangan juga termasuk sopirnya, namun kita tunda sementara waktu sebab saat ini masih dalam keadaan berduka. Kita semua juga turut berbelasungkawa dan beberapa saksi masih dalam perawatan,” pungkasnya.